Sistem CRM & Penjualan Real Estate untuk Indonesia & Bali
Platform penjualan terhubung inquiry, viewing, dan CRM yang dirancang untuk agensi dan developer yang menangani transaksi properti bernilai tinggi.
Dibuat untuk Pasar Real Estate Indonesia
Cocok untuk tim yang membutuhkan kejelasan operasional pada alur inquiry dan viewing:
Agen properti (jual & sewa)
Developer & proyek off-plan
Tim penjualan villa
Perusahaan manajemen properti
Masalah Umum Operasional Real Estate di Indonesia
Most real estate teams in Indonesia face the same structural challenges:
Untuk proyek off-plan dan multi-unit, penurunan konversi kecil saja bisa berarti ratusan ribu dolar pendapatan yang tidak terealisasi.
Kami mengganti komunikasi yang terfragmentasi dan spreadsheet dengan sistem real estate yang terstruktur dan dapat dilacak.

Solusi yang Kami Bangun
Intake terstruktur dan logika kualifikasi untuk lead properti bernilai tinggi.
Logika kalender, hold sementara, dan urutan follow-up yang terstruktur.
Visibilitas pipeline dari inquiry -> viewing -> offer -> close.
Presentasi proyek terstruktur dan logika dokumentasi siap investor.
Alur EN / ID / CN yang selaras dengan ekspektasi pembeli lintas negara.
Klien biasanya melihat:
Tracking inquiry yang jelas lintas channel
Jadwal viewing yang terstruktur
Pengurangan lead yang hilang
Performa agen yang transparan
Konversi inquiry -> viewing -> offer yang meningkat
Visibilitas yang lebih tinggi pada penjualan multi-unit atau multi-proyek
Data properti yang terpusat
Apa Kata
Para Founder
“Tim kami di Sovrn dan Bali Villa Hub membutuhkan partner teknis yang bisa berpikir strategis, bukan sekadar coder. H-Studio membangun backend dan pipeline lead yang skalabel, mengintegrasikan data properti, analitik, dan workflow klien. Hasilnya adalah ekosistem yang berjalan sendiri.”
Octavius Ra, Founder Sovrn Project / Bali Villa Hub — Toronto / Bali
Kapan Tim Biasanya Membutuhkan Ini
Biasanya ini menjadi penting ketika volume inquiry dan koordinasi agent sudah terlalu bernilai untuk dikelola secara informal.
Tim developer membutuhkan satu tampilan terpadu untuk source lead, availability proyek, aktivitas agent, dan progres stage buyer.
Operasional broker atau agency kehilangan kecepatan karena inquiry masih bergantung pada thread WhatsApp dan spreadsheet.
Manajemen membutuhkan forecasting yang lebih jelas per proyek, source, campaign, atau agent, bukan laporan berbasis asumsi.
Buyer lintas negara membutuhkan follow-up, alur dokumentasi, dan koordinasi multibahasa yang lebih terstruktur.
Scope Sistem yang Umum Dibutuhkan
Studi Kasus Terkait
Proyek terpilih yang terhubung dengan cluster industri ini dan sistem yang mendukungnya.


