Scenario · 01
“Inquiry property datang dari mana-mana, tapi tidak ada yang punya satu pipeline.”
Lead datang lewat WhatsApp, Instagram, form website, referral, kampanye berbayar, dan agent.
Tim membalas, tetapi ownership dan status tidak jelas.
Kami membangun alur inquiry terhubung CRM, tracking sumber lead, ownership agent, task follow-up, pipeline status, dan reporting per channel.
Scenario · 02
“Listing kami sulit dikelola dan di-update.”
Data property hidup di spreadsheet, admin website, thread chat, folder bersama, dan catatan agent.
Harga, availability, foto, dan deskripsi tidak tersinkronisasi.
Kami membangun model data listing terstruktur, CMS admin, field media dan dokumen, workflow publishing, logika status, dan visibilitas terkontrol.
Scenario · 03
“Kami butuh website property premium, bukan template real estate generik.”
Brand menjual ke pembeli internasional, investor, expat, atau customer lokal niat tinggi.
Site butuh kepercayaan, konteks lokasi, konten yang kuat, UX mobile, dan alur inquiry yang benar.
Kami membangun website premium, halaman listing property, halaman area, konten berfokus pembeli, form inquiry, handoff CRM, dan struktur analytics + SEO.
Scenario · 04
“Agent butuh tampilan pembeli dan follow-up yang lebih baik.”
Agent bekerja lintas chat, call, spreadsheet, catatan CRM, dan pengingat kalender.
Niat pembeli, riwayat viewing, dan langkah berikutnya mudah hilang.
Kami membangun record pembeli, dashboard agent, pengingat follow-up, status viewing, logika shortlist, catatan internal, dan reporting.
Scenario · 05
“Kami ingin portal property atau platform bergaya marketplace.”
Bisnis butuh lebih dari website: listing, pencarian, filter, role, property tersimpan, agent, klien, moderasi admin, dan kemungkinan akses partner.
Kami membangun platform property, database listing, pencarian dan filter, role user, routing inquiry, CMS admin, dan portal partner atau klien.